Thursday, October 11, 2018

Aliran Rasa Game 11 Bunda Sayang



Alhamdulillah telah selesai menyelesaikan tantangan di Game 11 dari 12 game yang ada di Bunda sayang. Nah, itu artinya tinggal 1 langkah lagi menuju wisuda Bunda Sayang. Jangan salah tantangan yang di game Level 11 ini sangat kreatif, mengapa? karena game kali ini melibatakan semua anggota untuk terlibat dalam tugas ini dan membuat presentasi online. setelah itu tampil di depan kelas untuk menyampaikan hasil diskusi oleh masing-masing kelompok.  Ingat zaman kuliah dulu harus buat presentasi kemudian tampil di depan kelas. Ibu-Ibu yang luar biasa pastinya, bisa mengerjakan presentasi di tengah sibuknya dengan kerjaan rumah dan anak-anak.

Dalam Game ini banyak sekali ilmu yang bisa di ambil, mulai dari kerjasama antara kelompok, kemudian menyampaikan pendapat dan juga mengambil sumber yang jelas. Hal yang paling menegangkan bagi saya di game ini adalah ketika Diskusi saya menjadi moderator namun di tengah-tengah diskusi si kecil meminta handphone saya, wadaw,,,, mak nya lagi di kelas hp malah mau di minta akhirnya terjadi perang sedikit dengan si keil akhirnya Fiza meredam setelah diayun pakai bantal di kaki. akhirnya 15 menit juga baru bisa nongol lagi di kelas.

Dari materi yang disampaikan semua kelompok adalah bagaiana kita bisa memberikan pendidikan seksual kepada anak sesuai usianya dan juga bisa menjadikan anak yang menjadikan Al-qur'an dan Hadist pegangan mereka. semoga kita bisa menjadi orang tua yang bisa membimbing anak-anak kita agar menjadi pribadi yang madani.


#aliran rasa
#Game level 11
#Bunda Sayang

Thursday, October 4, 2018

Review Fitrah Seksualtas Day 10 (kelompok 10)



Kelompok yang membawakan materi super komplit ini adalah kelompok 10 day 10.
Mereka menyampaikan materi yang di beri judul Tarbiyah Jinsiniyyah terhadap fitrah sekualitas. Tarbiyah Jinsiniyyah dapat di baca pada gambar di atas. Dalam presentasi ini kelompok 10 menjelaskan bahwa tahapan pendidikan seksual di bagi menjadi 2 yaitu fase bayi hingga anak bagaimana anak itu mengetahui bahwa ia seorang permpuan dan laki-laki. Fase kedua yaitu fase akil baligh dimana anak harus mengetahui hukum agama, larangan Allah dan bagaiman mempersiapkan anak agar siap berumah tangga. dalam diskusi ada tentang khitan anak pria bagusnya umur berapa mereka menjelaskan kalau usia bayi di khitan akan lebih mempercepat proses penyembuhan. selain itu juga ada yang betanya masalah tindik untuk anak perempuan berbagai jawaban muncul, kembali lagi kepada orang tuanya.

#Tantangan10Hari
 #Level11
 #KuliahBunSayIIP 
#FitrahSeksualitas

Review Fitrah seksualitas Day 9 (kelompok 1)




Masih dengan tema yang sama namun pembahasan yang berbeda mantap kan mak,,,,

kelompok 1 kali ini yang membahas tentang Fitrah seksualitas terkait peran gender. apa itu Gender?

Gender adalah pandanagan atau keyakinan yang dibentuk oleh masyarakat tentang perbedaan peran, fungsi dan tanggung jawab anatara laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil kontruksi sosial ( kebiasaan yang tumbuh dan disepakati dalam masyarakat) dan dapat di ubah sesuai perkembangan zaman).

Laki-laki dan perempuan sama dalam hal ibadah. Kewajiban Istri dan Suami pun berbeda. Dalam islam dijelaskan Fitrah seorang laki- laki yaitu:
  • Memiliki Jiwa Pemimpin (Al Qowwam)
  • Mampu berpikir rasional
  • Kewajiban mencari nafkah
  • Kewajiban berjihad di jalan Allah


Fitrah Perempuan yaitu:
  • Dikaruniai kelembutan dan kasih sayang
  • Hukum rukhsah (keringanan)
Dalam Diskusi kelompok 1 memaparkan bahwa Suami sebagai pemimpin dan perempuan bertanggung jawab penuh atas pekerjaan Domestik. Namun menurut saya bukannya bagus jika suami membantu pekerjaan istri tanpa merendahkan derajat suami. Jujur saya sangat terbantu sekali jika suami di rumah membantu. asalkan isrtri juga pengertian. Cara menghadapi tantangan gender ini dengan mengajak anak bermain peran sebagai ayah dan anak perempuan sebagai ibu. 

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas



Tuesday, October 2, 2018

Review Fitrah seksualitas Day 8 (kelompok7)


 


Zaman sekarang media sangat bermanfaat sekali, karena semua kegiatan bisa dilakukan melalui media online seperti jualan, beli makan sampai kirim dokumen. Namun kembali ke individu masing-masing apakah media digunakan untuk yang bermanfaat atau untuk merugikan orang lain.
nah kelompok 7 ini membahas tentang  tips bijak menggunakan sosial media:
  • Tidak asal upload foto atau video anak (saat anak pakai singlet, pakai celana pendek) untuk menghindari pedofil.
  • Minta izin ke anak (bila anak sudah mengerti).
  • Ajarkan anak tentang malu (malu selfie, malu bikin video tampak wajah apalagi tubuh).
  • Fokus meyampaikan isi cerita tanpa mengumbar wajah anak.
  • Pilih bagian tangan atau yg tidak kelihatan dengan jelas.
  • Orangtua harus menjadi contoh anak dalam bersosmed.
  • Jangan mengupload foto anak yang sedang bersama temannya kecuali sudah ada ijin dari orang tua teman anak tersebut.
saya banget ini suka upload foto anak saya. Tapi dengan adanya tips ini saya akan lebih bijak dalam upload foto agar terhindar dari kejahatan seksual yang akan dinikmati oleh para pedofil. Semoga Allah selalu melindungi anak kita selain itu juga bahaya ain bisa jadi kena ke anak juga yang bisa terkena hanya dengan melihat foto anak.



#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas

Review Fitrah Sekualitas day 7 (kelompok 9)


Menumbuhkan Fitrah seksulaitas dalam keluarga ini lah tema yang di bawakan oleh kelompok 9. Anak merupakan harta yang sangat berharga bagi keluarga. Peran orang tua sangat penting dalam mendidik anak-anak kita. Zaman sekarang anak-anak telah bebas mendapatkan informasi dari berbagai media namun bagaimana cara agar anak menjadikan orang tua sebagai teman ketika ia ada masalah. Gembiralah wahai para orang tua jika anak menanyakan tentang Fitrah seksualitas kepada anda ini berarti mereka percaya dengan kita. 

Reproduksi dan seksualitas adalah 2  hal yang berbeda. meski berkaitan namun berbeda ini menurut kelompok 9.

Menurut Abah Ihsan, walaupun alami membicarakan seksualitas harus tetap dianggap tabuharus ditegasi, dan hubungkan dengan aqidah beragama, sosial dan budaya.
Dianggap tabu disini maksudnya, boleh dibahas namun dengan berbagai batasan :

1. Siapa, hanya orang tua tempat berbagi, bertanya
2. Waktu, kapan bisa membicarakan ini, tentu tidak ketika ada tamu
3. Tempat, dimana boleh bicarakan ini hanya di rumah, tidak ditempat umum.


Berikut ini ada beberapa tips menjawab pertanyaan anak:

  • Tetap tenang, supaya tidak memberikan jawaban asal
  • Tanya balik, supaya kita tau apa yang persisnya ingin dia ketahui, yang melatarbelakangi
  • Tegas, jangan berbohong dan tidak perlu melebar kemana-mana
  • Tanggung jawab, selalu kaitkan ke agama, sosial dan budaya.
Kemudian diskusi singkat mengenai menutup aurat, dan seksualitas yang lain mengenai malu.


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas

Review Fitrah Sekualitas day 6 (kelompok 3)




Mengapa penting membangkitkan Fitrah Seksualitas pada anak dan mengapa?
Fitrah seksualitas dibangkitkan agar anak mengenal perannya sesuai dengan gender mereka baik dalam keluarga atau masyarakat sehingga tidak terjadi penyimpangan sosial.

nah bagaimana solusinya untuk membangkitkan itu semua sebagia orang tua yang terpenting adalah bagaimana mendidik anak agar mereka tidak saja akil baligh namun mendidiknya bisa menanamkan fitrah seksualitas melalui akidah, keimanan dan berpegang teguh pada peraturan ALLah. Selain itu jika anak bisa bertanggung jawab atas apa yang telah di lakukan dengan usia 15 tahun maka anak telah matang. jika Anak telah mantap untuk menikah dengan usia segini tidak ada penghalang orang tua untuk melarangnya dengan catatan mereka telah mampu dalam segala hal dan dewasa menghadapi semua masalah. 
Dalam Diskusi ada yang menanyakan tentang 
masalah pubertas kedua, menarik sekali karena saya hanya sering mendengar namun  ternyata tidak ada pubertas kedua dalam islam. berikut referensinya 
Apakah bukan ini fenomena yang sering disebut-sebut orang sebagai adanya puber kedua?

“Itu tidak benar,” tegas Psikolog Yati Utoyo Lubis. “Secara psikologis, puber itu ya cuma sekali, terjadi pada laki-laki dan perempuan ketika memasuki masa akil baligh.”

Karena secara tahapan perkembangan individu tidak dikenal masa puber kedua, maka segala ciri maupun gejala “kembali puber” yang nampak dari sesosok manusia dewasa, menurut Yati lebih dikarenakan adanya problem-problem tertentu sebagai latar belakang masalah.
Semakin dewasa, semakin bijaksana
Bertambahnya usia seseorang menuju usia dewasa, semestinya berarti pula ada pertambahan kematangan dalam hal kepribadian diri. Mereka yang telah memasuki usia dewasa, apalagi mendekati paruh baya, kata Yati, semestinya menjadi bijak di dalam kehidupannya. Sebab, pada usia-katakanlah 40an- mereka-mereka ini tentu sudah banyak belajar dari kehidupan, banyak ilmu dan banyak pengalaman.

Tambah lagi, mereka pun umumnya sudah mulai berpikir bahwa waktu yang tersisa dalam hidupnya adalah tinggal beberapa saat lagi sehingga harus diarahkan pada hal-hal yang penuh manfaat menjelang wafat.

Bahkan, dalam khazanah Islam, usia 40an justru menjadi masa penting bagi para lelaki terpilih yaitu masa dimana mereka  diangkat menjadi Rasul. Dalam beberapa riwayat, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, juga Muhammad menjadi nabi pada usia-usia paruh baya.

Lebih jelasnya, ustadz Hasib Hasan, Lc menyatakan, memasuki usia paruh baya dengan gaya puber ABG atau menjustifikasi perilaku bergenit-genit dengan istilah puber kedua adalah tidak benar. Sebab, jelas lulusan Universitas Imam Muhammad Ibnu Su’ud, Arab Saudi ini, arahan Islam pada mereka yang memasuki usia 40an adalah berupaya lebih menyadari hakikat diri dan banyak bersyukur dengan apa-apa yang sudah diperoleh.

“….dan apabila ia telah dewasa dan memasuki usia 40 tahun, maka dia berdoa, ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat beramal saleh dengan hal-hal yang Engkau ridhoi. Berikanlah kebaikan kepadaku (dengan memberi) kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Al-Ahqaf :15)

Melihat arahan Rabbani ini, jelaslah terlihat betapa sisi kematangan pribadi seorang mukmin justru akan semakin menonjol seiring pertambahan usianya. Memasuki usia paruh baya, bagi seorang mukmin bukan berarti menjadi lemah, tak berdaya atau justru habis-habisan berupaya tampil muda dalam sikap, tingkah laku dan penampilan.
Bagi mereka, memasuki usia 40an adalah berarti menjadi pribadi yang semakin banyak bersyukur, bertobat, berserah diri, gemar beramal saleh serta lebih bijaksana dan visioner dengan tak hanya berpikir soal kebaikan diri sendiri namun juga kebaikan generasi penerus.


#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas

Wednesday, September 26, 2018

Review Fitrah Sekualitas day 5 (kelompok 8)





Semakin hari semakin seru pembahasan mengenai fitrh seksualitas. Nah kelompok 8 lebih menekankan materi pendidikan fitrah pasa usia 0-7 tahun. Karena anak usia dini telah bisa menggunakan teknologi dengan leluasa. Mengapa saya katakan begitu karena anak saya sendiri umur 2 tahun udah tahu mana icon youtube jika dibiarkan sampai besar tanpa kontrol akan berdampak negatif bagi anak. oleh sebab itu sebagai orang tua harus memberi batasan dalam menggunakan gadget.  Jika orang tua kurang perhatian maka imbas akan terkena pada anak. pentingnya menumbuhkan Fitrah usia 0-7 tahun adalah dengan cara memisahkan tempat tidurnya.  Anak diwajibkan tidur sendiri saat sudah paham arah. Maksimal usia 7 tahun sudah harus tidur terpisah. Tapi sudah mulai bisa dibiasakan dari usia 3 tahunan. 

Tapi, karena masih belajar, biasanya anak usia 3 tahunan masih suka bangun malam kemudian nyari ortunya, untuk tidur bareng.

Karena masih proses, nggak apa apa bunda. Kakak usia 3 tahun sudah mau dikelonin dan tidur di kamar sendiri itu udah luar biasa.

Jadi kalau terbangun, boleh ikut tidur bareng kita, dipeluk. Atau kita antar ke kamarnya temenin lagi sampai dia tertidur.

Untuk anak usia 3 tahun, masih wajar banget.

Anak usia 2 tahun ke atas biasanya logika berpikirnya sudah mulai jalan dan kritis, dan sudah bisa diajak berbincang. Jadi Ayah dan Bunda bisa pelan2 kenalkan konsep waktu dan jam. Karena anak2 itu pikirannya konkrit, kita perlu kasih tahu, batas jam maksimal untuk tidur itu seperti apa, saat jarum nya menunjukan seperti apa. 

Standar malam nya juga perlu jelas.Anak bisa belajar hidup teratur, saat kita pun memberi rules yang jelas. Tahapan adab tidurnya seperti apa, mulai dari jam berapa ke jam berapa. Jadi sebenarnya buku cerita Belajar Adab Tidur yang kami tulis, maksudnya untuk itu,

Untuk memahamkan anak dengan cara yang KONKRIT yang mudah dimengerti anak.

Kalau kita TEGAS dengan cara yg lembut, kasih rules yang JELAS, dan negosiasis secara LUGAS sama anak, insyaAllah anak bisa mengerti dan nggak bingung aturan.

Jika anak tidak ingin pisah tempat tidur bisa dibuat dengan cara yang menarik yaitu mengajak nya membeli tempat tidur, memilih warna cat kamar dan memilih selimut kesukaan nya.

selain itu juga bisa dengan cara membacakan buku cerita melalui dongeng. Dan hal yang terpenting adalah sentuhan orang tua kepada anak nya. empat bagian tubuh anak, supaya menjaga kedekatan antara orang tua dan anak. Empat bagian tubuh tersebut adalah ubun-ubun, dahi, kedua pipi, dan tangan anak. Ini bisa dilakukan hingga anak dewasa.

Menjelaskan kepada anak bahwa ada bagian yang boleh dan tidak boleh dipegang itu perlu. jika seseorang memegang bagian yang tidak boleh maka panggil ibu atau bilang Tolong. sekian bunda....

#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunsayIIP
#FitrahSeksualitas

Popular Posts

Recent Posts

Nama saya Nurbaini, aktif di Blogger 2017. Ibu rumah tangga dan ranah publik. " Cita-cita tertinggi meninggal syahid di jalan Allah"

Follow Us @nurbaini29

Followers

Postingan Populer

Postingan Populer